Penanganan Pertama Pada Gigitan Ular Berbisa

Digigit ular berbisa? Ini pertolongan pertama yang harus kamu ikuti!

Ular adalah kelompok reptilia tidak berkaki dan bertubuh panjang yang tersebar luas di dunia. Ular terbagi atas dua jenis yaitu berbisa dan tidak berbisa. Ular juga merupakan salah satu hewan yang bisa membunuh manusia menggunakan bisanya atau kekuatan dari lilitannya.

Baru-baru ini terjadi beberapa kasus korban meninggal karena disengat oleh ular berbisa seperti kobra. Kematian warga Playen, Gunungkidul, Anton Subagyo, 37 tahun, beberapa hari setelah lebaran 2021 karena digigit ular welang (Bungarus fasciatus) bukanlah sesuatu yang baru. Dalam setahun, setidaknya ada 135.000 kasus gigitan ular yang terjadi di Indonesia.

Pada 2017, gigitan ular menewaskan 35 orang di Indonesia, pada 2018 meningkat menjadi 47 korban, dan pada 2019 kembali bertambah menjadi 54 korban. Indonesia memang memiliki spesies ular yang sangat besar, mencapai sekitar 349 spesies. Dari 349 jenis, 77 di antaranya merupakan jenis ular berbisa.

Tapi banyaknya jenis ular di Indonesia bukanlah masalah utama kenapa banyak penduduk Indonesia sampai meninggal karena gigitan ular. Dokter Spesialis Toksikologi hewan berbisa dan tanaman beracun, Tri Maharani, mengatakan bahwa tingginya tingkat kematian akibat gigitan ular di Indonesia karena penanganan pertama paska gigitan yang salah. Sebab, keberadaan ular justru menjadi penanda ekosistem yang terjaga sehingga faktor manusia lah yang musti menjadi perhatian bersama.

Lantas bagaimana cara penanganan yang tepat pada saat ada orang yang terkena gigitan ular berbisa? Simak dibawah ini ya

1. Tetap tenang dan jangan panik.
2. Jangan banyak bergerak karena gerakan tubuh akan membuat racun ular tersebar dengan cepat ke seluruh tubuh.
3. Letakkan bagian tubuh yang digigit ular lebih rendah dari posisi tubuh lainnya.
4. Bersihkan luka gigitan ular seperlunya tanpa menggunakan air untuk membilas.
5. Tutup luka gigitan ular dengan kain kering dan bersih.
6. Longgarkan pakaian dan lepaskan aksesoris seperti cincin dan gelang.
7. Jangan buang waktu dan segera cari pertolongan medis atau fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki serum antivenom ular.
8. Selama dalam perjalan ke fasilitas medis, berbaringlah dengan posisi luka gigitan ular lebih rendah dari jantung.
9. Berikan informasi ciri-ciri ular yang menggigit agar petugas medis bisa memberikan tindakan yang tepat.

Dengan ulasan di atas, semoga kini kamu telah memahami cara mengatasi gigitan ular. Tetap waspada dan berhati-hati ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published.