Lebih Baik Lari, Melihat Buaya Jenis Ini!

Alligator adalah hewan yang termasuk dalam genus Alligator, namun dapat pula merujuk pada lingkup yang lebih luas, yaitu famili Alligatoridae, meskipun famili tersebut juga mencakup kelompok kaiman dari sub famili Caimaninae. Aligator masih berkerabat dekat dengan kelompok hewan buaya.

Dilansir dari wikipedia, aligator ternyata berkerabat dekat dengan buaya. Di Indonesia sendiri terdapat banyak jenis buaya yang hidup di muara sungai seperti di kalimantan, jawa dan papua. Apa saja jenis-jenis buaya yang ada di Indonesia? Dan apakah berbahaya? Baca dibawah ini ya

1. Buaya Muara (Crocodylus porosus)

Buaya yang besar. Ukurannya bisa mencapai 7 – 8 meter dengan berat 200 kilogram. Buaya ini biasanya hidup di hulu sungai hingga ke laut. Buaya muara merupakan buaya terganas yang ada di Indonesia. Karena kebiasaanya hidup di laut atau air asin, Orang Australia menyebutnya saltwater crocodile.

2. Buaya Siam (Crocodylus siamensis)


Namanya buaya siam, tapi orang Jawa menyebutnya buaya kodok. Buaya yang hidup di Jawa dan Kalimantan ini ukurannya cukup kecil, hanya 2 – 3 meter. Buaya siam terbesar ukurannya hanya 4 meter. Buaya siam biasanya tinggal di perairan tenang, seperti rawa dan sungai.

Saat musim hujan tiba, buaya siam betina akan mulai bertelur. Mereka bisa mengeluarkan 20 – 80 butir telur dalam sekali musim bertelur. Telur-telur itu akan menetas dalam waktu 80 hari. Selain hidup di Jawa dan Kalimantan, buaya siam juga hidup di Thailand, Malaysia, laos, Kamboja, dan Vietnam.

3. Buaya Irian (Crocodylus novaeguineae)

Sesuai dengan namanya, buaya ini hidup di perairan tawar Irian. Secara fisik, buaya irian mirip dengan buaya muara. Hanya saja, ukuran tubuhnya lebih kecil dan warna kulitnya lebih gelap. Sisik buaya papua juga lebih besar, jika dibandingkan dengan sisik buaya lainnya.

Ukuran tubuh buaya irian jantan bisa mencapai 3,3 meter, sedangkan ukuran tubuh buaya irian betina hanya 2,6 meter. Buaya irian bisa hidup di air asin. Tetapi, mereka jarang ditemukan di perairan asin atau payau. Berbeda dengan buaya Siam, buaya ini bertelur pada musim kemarau.

4. Buaya sapit/senyulong (Tomistoma schlegelii)

Tubuh buaya sapit/senyulong memang mirip dengan buaya. Tetapi, hewan ini memiliki genus yang berbeda dengan buaya. Karena hal itu, nama latin hewan ini menggunakan kata Tomistoma bukan Crocodylus. Buaya sepit memiliki bentuk moncong pipih dan tajam. Kulitnya berwarna kecoklatan waktu muda dan menghitam setelah dewasa. Buaya ini memiliki ukuran tubuh besar yaitu mencapai panjang 5 meter.

Buaya sepit punya moncong yang runcing dan kecil. Lalu, tubuh bagian atasnya juga tidak terlalu bergerigi, seperti buaya pada umumnya. Hewan ini biasanya hidup di sungai-sungai pedalaman Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan. Sayang, jumlah buaya sapit di Sumatera terus berkurang karena perburuan dan perusakan hutan.

Itulah tadi beberapa jenis buaya yang ada di Indonesia yang cukup berbahaya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.