Laba-laba Paling Mematikan Di Muka Bumi

Menurut wikipedia, Laba-laba adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap, dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo (Araneae).

Laba-laba punya kemampuan menarik mangsa menggunakan jaringnya. Melemahkan musuhnya dan kemudian memakannya. Serangga ini selalu membuat jaring yang berukuran sedang sampai besar untuk menjebak atau menyaring para musuhnya.

Lihat saja pada film spiderman, ia menggunakan jaringnya untuk menjebak atau menarik musuh-musuhnya. Berbicara soal serangga unik satu ini, kami merangkum informasi yang akan membuat kamu tercengang saat membacanya.

Ini dia, dua laba-laba paling mematikan di dunia. Selamat membaca.

1. Funnel Web Spider

Laba-laba ini memiliki nama latin Atrax robustus. Laba-laba funnel-web ini adalah laba-laba nomor 1 paling mematikan di dunia. Habitat aslinya ada di Sydney, Australia. Laba-laba funnel web bisa ditemukan di bawah batang kayu atau bahkan di taman.

Sesuai dengan namanya yaitu funnel, laba-laba ini membuat jaring yang berbentuk corong untuk menangkap mangsanya. Begitu ada mangsa yang memasuki corong tersebut, laba-laba ini akan menggigitnya dan mengeluarkan bisa. Bisa laba-laba funnel-web jantan sangat mematikan dan bisa membunuh manusia dengan dosis 0,2 miligram saja. Sedangkan bisa laba-laba betina tidak mematikan daripada bisa laba-laba jantan.

2. Redback Spider

Laba-laba punggung merah ( Latrodectus hasseltii ) adalah laba – laba yang sangat berbisa yang berasal dari Australia, meskipun telah menjajah daerah lain. Laba-laba punggung merah berkerabat dekat dengan janda hitam dan betina dari kedua spesies memiliki tanda jam pasir merah di perut mereka.
Laba-laba punggung merah juga memiliki garis merah di punggungnya. Gigitan laba-laba punggung merah mungkin menyakitkan, tetapi biasanya bukan keadaan darurat medis dan sangat jarang berakibat fatal.

Seperti laba-laba lainnya, redback adalah karnivora . Mereka memangsa laba-laba lain (termasuk anggota spesiesnya sendiri), ular dan kadal kecil, tikus, dan kutu kayu. Remaja memakan lalat buah, nimfa kecoa, dan larva ulat bambu. Jantan dan betina remaja mungkin memangsa mangsa betina dewasa, tetapi kemungkinan besar akan menjadi santapan berikutnya.

Laba-laba redback menggigit antara 2.000 dan 10.000 orang di Australia setiap tahun. Namun, hanya satu kematian manusia yang dilaporkan sejak antivenom tersedia pada tahun 1956. Antivenom sebenarnya tidak lebih membantu daripada analgesik standar untuk kebanyakan gigitan manusia, tetapi efektif untuk gigitan hewan peliharaan dan ternak. Meskipun jantan menggigit, mereka tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

3. Red Widow Spider

Red widow spider memiliki nama latin Latrodectus bishopi. Laba-laba red widow mudah dikenali karena warnanya yang unik. Laba-laba red widow memiliki badan kepala dengan warna dominan merah, dengan kaki berwarna merah terang.

Laba-laba red widow banyak ditemukan di Florida Selatan. Biasanya menimbulkan reaksi sakit, kram, dan mual. Kasus kematian akibat gigitan red widow sangat jarang dan hanya menyerang golongan rentan, seperti orang tua dan anak-anak.

Leave a Comment

Your email address will not be published.